Pengajian Bulanan FAI UAD: Merespons Tantangan Kontemporer dengan Penguatan Keilmuan dan Kolaborasi
FAI News-Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan kembali menyelenggarakan Pengajian Bulanan Fakultas pada Selasa, 20 Januari 2026 bertempat di Aula Gedung Yunahar Ilyas Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., Ketua Program Studi S3 Studi Islam UAD, sebagai pengisi kajian dengan tema “Tantangan Kontemporer dan Tawaran Solusi.” Pengajian bulanan ini menjadi ruang refleksi akademik dan spiritual bagi sivitas akademika FAI UAD dalam merespons dinamika perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks.
Dalam pemaparannya, Prof. Siswanto Masruri menegaskan bahwa perubahan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam merupakan sebuah keniscayaan. Ia mengawali kajian dengan landasan normatif Al-Qur’an yang menegaskan bahwa setiap masa memiliki tantangannya sendiri dan setiap individu maupun institusi dituntut untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik dari kondisi saat ini. Menurutnya, Fakultas Agama Islam tidak dapat berjalan di tempat, melainkan harus terus bergerak, berbenah, dan memperkuat diri agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Prof. Siswanto menjelaskan bahwa realitas kontemporer saat ini menuntut FAI untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan, terutama di bidang teknologi. Perkembangan Artificial Intelligence generatif, misalnya, telah menghadirkan cara baru dalam memproduksi pengetahuan, mulai dari teks keagamaan hingga karya ilmiah. Di sisi lain, fenomena digital religion juga mengubah cara masyarakat menjalankan praktik keagamaan, seperti mengaji, berdakwah, dan bersedekah melalui ruang digital. Kondisi ini, menurutnya, harus direspons secara kritis dan bijaksana oleh Fakultas Agama Islam melalui penguatan literasi teknologi yang dibarengi dengan pemahaman etika keislaman.
Selain tantangan teknologi, perubahan sosial global juga menjadi perhatian penting dalam kajian tersebut. Prof. Siswanto menyoroti dinamika geopolitik dunia, ketimpangan ekonomi, perubahan struktur keluarga, krisis lingkungan dan perubahan iklim, hingga meningkatnya persoalan kesehatan mental di tengah masyarakat modern. Dalam konteks ini, Fakultas Agama Islam diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengajaran ilmu agama, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif keislaman yang solutif dan relevan terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa stagnasi akademik merupakan risiko serius yang harus dihindari oleh institusi pendidikan tinggi. Tanpa inovasi dan pengembangan berkelanjutan, fakultas berpotensi kehilangan distingsi keilmuannya, menurunnya signifikansi sosial, serta berkurangnya daya tarik bagi calon mahasiswa. Hal ini juga berdampak pada daya saing lulusan, terutama di tengah kondisi lapangan kerja yang semakin kompetitif dan munculnya berbagai profesi baru yang menuntut keterampilan lintas bidang.
Sebagai bagian dari tawaran solusi, Prof. Siswanto menekankan pentingnya pengembangan Fakultas Agama Islam melalui penguatan keterampilan teknologi dan etika digital, perluasan wawasan sosial-keagamaan kontemporer, serta pembentukan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan sosial pada mahasiswa. Pengembangan tersebut perlu diimplementasikan melalui pembaruan kurikulum, penetapan profil lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dan permasalahan nyata di masyarakat. Menurutnya, pengembangan fakultas hanya akan berhasil apabila dibangun di atas sistem yang kolaboratif dan terbuka terhadap keilmuan lain.
Pengajian bulanan ini ditutup dengan penegasan bahwa tujuan akhir dari seluruh upaya pengembangan tersebut adalah menjadikan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan tetap otentik secara keislaman, relevan secara sosial, kompetitif dalam kualitas lulusan, serta semakin diminati oleh masyarakat. Nilai kolaborasi dan semangat tolong-menolong dalam kebaikan menjadi landasan penting dalam mewujudkan visi tersebut. Kegiatan pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, serta diharapkan dapat menjadi penguat arah pengembangan FAI UAD di tengah tantangan zaman.


