Inklusivitas Tanpa Batas: Peserta dari Madura hingga Indonesia Timur Ramaikan Wawancara Gelombang II, Calon Mahasiswa Lintas Profesi Tegaskan Semangat “Inclusive Solutions for Humanity”
FAI News-Program Doktor Studi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan kegiatan Wawancara Calon Mahasiswa Baru Gelombang II Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 17 Maret 2026.. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses seleksi sekaligus mencerminkan komitmen program studi dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif dan terbuka bagi berbagai latar belakang.
Sorotan utama dalam pelaksanaan wawancara kali ini adalah keberagaman asal peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Madura, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, hingga kawasan Indonesia Timur lainnya. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Program Doktor Studi Islam FAI UAD semakin diminati secara luas dan menjadi ruang akademik yang menjangkau lintas geografis dan latar belakang sosial.
Tidak hanya dari sisi wilayah, keberagaman juga tampak dari latar belakang profesi peserta. Salah satu yang menarik perhatian adalah Agus Sukoco, seorang dokter kesehatan yang turut mengikuti proses wawancara sebagai calon mahasiswa. Kehadirannya mencerminkan keterbukaan Program Doktor Studi Islam terhadap integrasi berbagai disiplin ilmu.
Dalam pandangannya, ia menyampaikan bahwa seluruh program studi, jurusan, maupun konsentrasi memiliki peluang untuk bergabung dalam Program Doktor Studi Islam, selama memiliki kesesuaian dengan arah besar program, yaitu Inclusive Solutions for Humanity. Ia juga menekankan bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting dalam menjawab persoalan kemanusiaan, termasuk dalam bidang kesehatan yang memiliki irisan kuat dengan nilai-nilai keislaman dan sosial.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan doktoral tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun tradisi keilmuan yang inklusif, adaptif, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Sambutan dan pengarahan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Program Studi Program Doktor Studi Islam, Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., yang didampingi oleh Sekretaris Program Studi, Dr. Fandi Akhmad, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam arahannya, Kaprodi menegaskan bahwa wawancara bukan sekadar proses seleksi administratif, tetapi merupakan tahapan strategis untuk menggali kesiapan akademik, kedalaman berpikir, serta arah penelitian calon mahasiswa.
Beliau juga menekankan pentingnya keselarasan antara minat riset calon mahasiswa dengan roadmap keilmuan program studi. Hal ini bertujuan agar proses bimbingan disertasi ke depan dapat berjalan secara efektif, terarah, dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Pendekatan bimbingan yang akan diterapkan juga mengedepankan dialog, keterbukaan, serta solusi, sehingga mahasiswa dapat berkembang secara optimal selama menjalani studi.
Selain itu, Kaprodi juga mengingatkan bahwa studi doktoral merupakan perjalanan intelektual yang membutuhkan komitmen tinggi, kedisiplinan, serta kemampuan untuk berpikir kritis dan reflektif. Oleh karena itu, kesiapan mental dan akademik menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh setiap calon mahasiswa.
Dengan terselenggaranya kegiatan wawancara Gelombang II ini, Program Doktor Studi Islam FAI UAD kembali menegaskan posisinya sebagai ruang akademik yang inklusif dan kolaboratif. Keberagaman peserta dari Madura, NTT, Sulawesi, hingga Indonesia Timur tidak hanya menjadi simbol keterbukaan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun tradisi keilmuan yang kaya perspektif.
Ke depan, diharapkan para calon mahasiswa yang terpilih mampu menjadi bagian dari ekosistem akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat Inclusive Solutions for Humanity, Program Doktor Studi Islam FAI UAD terus berupaya melahirkan generasi doktor yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan keilmuan yang integratif, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


