Program Doktor Studi Islam FAI UAD Laksanakan Wawancara Gelombang I Mahasiswa Baru Angkatan Ketiga
FAI News—Program Doktor Studi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan telah melaksanakan wawancara Gelombang I penerimaan Mahasiswa Baru angkatan ketiga sebagai bagian dari rangkaian seleksi akademik calon mahasiswa doktoral. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima memiliki kesiapan akademik, kematangan intelektual, serta kesesuaian visi keilmuan dengan arah pengembangan Program Doktor Studi Islam FAI UAD.
Sesi wawancara diawali oleh Dekan Fakultas Agama Islam UAD, Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I., yang memberikan pengantar sekaligus arahan mengenai karakter lulusan yang diharapkan. Dalam sesi ini, Dekan FAI UAD menekankan bahwa pendidikan doktoral bukan semata-mata berorientasi pada pencapaian gelar akademik, melainkan pada kontribusi keilmuan yang nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa doktoral diharapkan mampu menghadirkan riset yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga relevan secara sosial.
Pada sesi awal tersebut, Dekan FAI UAD menggali tujuan dan motivasi calon mahasiswa dalam memilih Program Studi S3 Studi Islam UAD, sekaligus menegaskan pentingnya keselarasan rencana riset disertasi dengan tagline Program Doktor Studi Islam, yaitu Inclusive Solutions for Humanity. Tagline ini menjadi landasan utama dalam pengembangan tema dan arah penelitian disertasi mahasiswa, yang diharapkan mampu memberikan solusi inklusif atas berbagai persoalan kemanusiaan, keislaman, dan kebangsaan.

Program Doktor Studi Islam FAI UAD Laksanakan Wawancara Gelombang I Mahasiswa Baru Angkatan Ketiga
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Ketua Program Studi S3 Studi Islam, Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., yang didampingi oleh Sekretaris Program Studi, Dr. Fandi Akhmad, S.Pd.I., M.Pd.I. Pada sesi wawancara inti ini, pembahasan difokuskan secara mendalam pada rencana dan arah disertasi calon mahasiswa. Para pewawancara menekankan bahwa disertasi pada jenjang doktor tidak hanya bersifat deskriptif atau normatif, tetapi harus mampu menawarkan konsep, model, atau rekomendasi solutif terhadap problem nyata yang dihadapi umat dan masyarakat.
Dalam proses wawancara, calon mahasiswa diminta untuk menjelaskan fokus kajian disertasi, kebaruan (novelty) penelitian, serta kontribusi ilmiah yang diharapkan. Penekanan utama diberikan pada sejauh mana riset yang akan dikembangkan mampu menghadirkan solusi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sejalan dengan semangat Inclusive Solutions for Humanity. Pendekatan interdisipliner dalam Studi Islam juga menjadi perhatian penting, terutama dalam merespons isu-isu kontemporer seperti pluralitas, keadilan sosial, pendidikan, dan tantangan kemanusiaan global.
Selain aspek substansi disertasi, sesi wawancara juga menggali kesiapan metodologis calon mahasiswa, pengalaman riset sebelumnya, serta komitmen akademik dalam menjalani proses studi doktoral yang menuntut kedisiplinan tinggi, produktivitas riset, dan publikasi ilmiah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa memiliki kapasitas dan konsistensi dalam menyelesaikan studi tepat waktu dengan kualitas yang unggul.
Melalui pelaksanaan wawancara Gelombang I ini, Program Doktor Studi Islam FAI UAD menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan doktoral dan menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi secara akademik maupun sosial. Diharapkan, mahasiswa yang terjaring melalui proses seleksi ini kelak dapat melahirkan karya disertasi yang tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan Studi Islam, tetapi juga memberikan solusi inklusif bagi kemanusiaan, sesuai dengan visi dan tagline Program Doktor Studi Islam FAI UAD.


