Seminar Proposal Disertasi Program Doktor Studi Islam FAI UAD Soroti Penguatan Digitalisasi Layanan Perpustakaan di Era AI
FAI News – Komitmen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam memperkuat budaya riset dan inovasi kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Seminar Proposal Disertasi Program Doktor Studi Islam Fakultas Agama Islam (FAI) UAD. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 13.00–14.30 WIB, menjadi forum akademik untuk mengkaji gagasan strategis mengenai transformasi layanan perpustakaan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Seminar tersebut menghadirkan Ayu Wulansari (NIM 2436084024) yang mempresentasikan proposal disertasinya berjudul “Strategi Penguatan Digitalisasi Layanan Perpustakaan Berbasis Artificial Intelligence di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah.” Penelitian ini menawarkan model penguatan layanan perpustakaan yang memadukan transformasi digital dengan pemanfaatan teknologi AI guna meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi pengelolaan informasi, serta pengalaman pengguna di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA).
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat penyimpanan koleksi, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan informasi cerdas yang mampu memberikan akses pengetahuan secara cepat, akurat, dan personal. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan strategi implementatif yang dapat menjadi rujukan bagi PTMA dalam membangun ekosistem perpustakaan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Rektor UAD Dampingi Seminar Proposal Disertasi tentang Transformasi Digital Perpustakaan Berbasis Artificial Intelligence
Seminar proposal ini semakin istimewa karena dipromotori langsung oleh Prof. Dr. Muchlas, M.T., Rektor Universitas Ahmad Dahlan, yang dikenal sebagai salah satu akademisi dan pemimpin perguruan tinggi yang konsisten mendorong inovasi, transformasi digital, dan penguatan budaya riset di lingkungan UAD. Kehadiran beliau sebagai Promotor mencerminkan keseriusan universitas dalam mendampingi lahirnya penelitian-penelitian doktoral yang tidak hanya memiliki kualitas akademik tinggi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat.
Sebagai Co-Promotor, Dr. Zalik Nuryana, M.Pd.I., Ph.D. turut memberikan pendampingan akademik, khususnya dalam penyempurnaan desain penelitian dan penguatan kontribusi keilmuan. Sementara itu, Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., selaku Penguji sekaligus Ketua Program Studi Doktor Studi Islam FAI UAD, memberikan berbagai masukan kritis terkait kerangka teoritik, metodologi penelitian, hingga arah pengembangan hasil penelitian agar memiliki kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan perpustakaan digital di Indonesia.
Diskusi ilmiah berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan konstruktif dari tim promotor dan penguji. Berbagai perspektif yang disampaikan tidak hanya mempertajam substansi proposal disertasi, tetapi juga membuka ruang pengembangan konsep digitalisasi perpustakaan berbasis Artificial Intelligence yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi pada era Society 5.0.
Melalui penyelenggaraan Seminar Proposal Disertasi ini, Program Doktor Studi Islam FAI UAD kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap perubahan zaman. Kehadiran Prof. Dr. Muchlas, M.T. sebagai Rektor UAD sekaligus Promotor menjadi bukti nyata bahwa UAD terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset-riset strategis yang mampu menjawab tantangan transformasi digital. Diharapkan penelitian Ayu Wulansari dapat menjadi salah satu referensi penting dalam pengembangan kebijakan digitalisasi perpustakaan berbasis Artificial Intelligence, tidak hanya bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, tetapi juga bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia secara lebih luas.


