Program Doktor Studi Islam UAD Selenggarakan Seminar Proposal Disertasi Ali Yusuf tentang Rekonstruksi Ontologi dan Model Sosial Difabel dalam Hadis
FAI News – Program Doktor Studi Islam Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Seminar Proposal Disertasi sebagai bagian dari tahapan akademik mahasiswa Program Doktor. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah yang bertujuan menguji kelayakan proposal penelitian sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap penelitian disertasi. Melalui seminar proposal, mahasiswa memperoleh berbagai masukan akademik dari tim promotor dan penguji guna menyempurnakan rancangan penelitian sehingga memiliki landasan ilmiah yang lebih kuat.
Seminar proposal disertasi dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 09.00–10.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Agama Islam Lantai 6 Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tim promotor, penguji, dosen Program Doktor Studi Islam, mahasiswa doktor, serta sivitas akademika yang mengikuti jalannya seminar sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan Program Doktor Studi Islam UAD.
Mahasiswa yang melaksanakan seminar proposal adalah Ali Yusuf (NIM 2436084005) dengan mengangkat judul penelitian “Rekonstruksi Ontologi dan Model Sosial Difabel dalam Hadis: Studi Hermeneutika Jorge J. E. Gracia.” Penelitian ini mengkaji konsep difabel dalam hadis melalui pendekatan hermeneutika Jorge J. E. Gracia untuk merekonstruksi pemahaman ontologis dan model sosial terhadap penyandang disabilitas. Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengembangan studi hadis yang lebih inklusif, humanis, dan relevan dengan isu-isu sosial kontemporer.
Seminar proposal dipimpin oleh Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. selaku Promotor, didampingi Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. sebagai Co-Promotor, serta Prof. Dr. Drs. Waharjani, M.Ag. sebagai Penguji. Dalam kesempatan tersebut, Ali Yusuf mempresentasikan latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, kajian pustaka, kerangka teori, metodologi penelitian, hingga kontribusi ilmiah yang diharapkan dari penelitian disertasinya. Tim promotor dan penguji memberikan berbagai masukan, kritik konstruktif, serta rekomendasi penyempurnaan terhadap aspek konseptual maupun metodologis agar penelitian memiliki kualitas akademik yang semakin baik.
Diskusi berlangsung secara aktif dan produktif. Berbagai pandangan disampaikan mengenai pentingnya pengembangan kajian hadis yang mampu merespons isu-isu disabilitas melalui pendekatan hermeneutika kontemporer. Tim penguji juga menekankan pentingnya ketepatan penggunaan teori, kedalaman analisis terhadap teks hadis, serta relevansi hasil penelitian dalam pengembangan keilmuan Studi Islam, khususnya pada bidang hadis dan kajian disabilitas.
Ketua Program Doktor Studi Islam FAI UAD menyampaikan bahwa seminar proposal merupakan bagian penting dari sistem penjaminan mutu akademik pada jenjang doktor. Melalui proses evaluasi yang komprehensif, setiap proposal penelitian diharapkan mampu menghasilkan kajian yang orisinal, memiliki kebaruan (novelty), serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Melalui penyelenggaraan seminar proposal disertasi ini, Program Doktor Studi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan doktor yang unggul, berintegritas, dan mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas. Penelitian Ali Yusuf diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian hadis dan Studi Islam, khususnya dalam membangun perspektif yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap tantangan zaman.


